Senin, 09 September 2013

Sejarah VANS part 1

Paul Van Doren, lahir pada tahun 1930 dan tinggal di boston. Paul keluar dari sekolah waktu dia baru naik ke kelas 3 junior highschool, kemudian memutuskan untuk serius dalam hobi berkudanya pada saat itu.

Umur 14 tahun, dia sudah memulai memulai balapan kuda dalam beberapa race lokal dan mendapatkan nickname : "Dutch The Clutch" karena stylenya yang aneh dalam berkuda. Ibunya kesal melihat kerjanya hanya bermain kuda dan sama sekali tidak menghasilkan uang, akhirnya Paul dipaksa untuk bekerja di pabrik sepatu sebagai seorang buruh pembuat sepatu dan penyapu lantai pabrik.

Dalam 20 tahun bekerja di pabrik sepatu Randy's, dibantu keuletannya bekerja, Paul perlahan mencapai posisi Vice President di Randy's. Sesudah itu, dia memutuskan untuk keluar dari perusahaan dan pindah ke daerah selatan California. Paul membuat perusahaan baru bersama sahabat & adiknya. Dia akhirnya berhasil membuat perusahaan baru yang bernama Van Doren Rubber Company.

Waktu itu, hanya ada 3 merek yang membuat vulcanized shoes atau (bisa dibilang) sepatu keds yaitu Randy's, Keds, dan Converse. Now ! Say welcome to Vans !




Peristiwa pada taun 1966 ini sekarang terkenal dengan istilah : The Birth of The California Style.



Van Dorenbersaudara memerlukan waktu yang lama untuk menyiapkan sebuah sistem toko yang menyatu dengan pabrik dalam satu area. Saking lamanya persiapan mereka dalam melakukan penyesuaian, papan tanda "Opening January!" di depan store pun harus diganti pada bulan berikutnya menjadi "Would You Believe February?".

Akhirnya toko dibuka pada tanggal 1 Maret 1966. Pada hari pertama, terdapat 16 orang yg datang ke toko, melihat beberapa sample sepatu yang disediakan kemudian tertarik untuk memesannya. Setelah dapet orderan si Paul Van Doren dan teman-teman langsung cepat-cepat masuk ke pabrik dan bikin sepatunya agar pada sore hari para pelanggan tersebut bisa mengambilnya.

Harga sepatu Vans waktu pertama keluar adalah $4.99, sistem ini yg dianut Vans waktu pertama kali buka. Sehabis itu,setelah toko mulai berjalan dengan mulus seorang perempuan datang melihat-lihat di toko lalu dia bilang "Ini pinknya bagus,tapi saya ingin pink yang lebih terang, itu juga kuningnya bagus tapi saya ingin yang lebih tua kuningnya".

Paul Van Doren berfikir, "Tidak mungkin saya buat 5 jenis variasi untuk satu warna pink dan 5 jenis variasi lagi untuk warna yang lain", dan akhirnya Paul langsung bilang "Gini aja deh, mbak bawa kain dengan warna yang mbak suka,nanti kita bikinin sepatunya". Mulai saat itu, Vans terkenal dengan konsep custom shoes. Vans menjadi semakin terkenal waktu mereka memulai membuat sepatu untuk sekolah-sekolah, team-team olahraga & cheerleader di seluruh area Southern California.

Pada tahun 1975, dua orang skateboarder dari Santa Monica yaitu Tony Alva dan Stacey Peralta ingin bikin sepatu custom yg lebih custom lagi. Sehabis berbincang-bincang, Vans akhirnya membuat tambahan panel suede di bagian tumit dan dikasih label "Off The Wall" yang sejak hari itu jadi nama dari skateboarding shoes line dari Vans. Vans juga mulai mensponsori kedua skater tadi. Mereka membayar Stacey Peralta sebesar $300 agar tour keliling dunia dengan selalu memakai sepatu Vans dimana pun dia berada.



Pada akhir tahun 70-an anaknya Paul Van Doren, Steve Van Dorenmelihat sepatu temennya dicoret-coret dengan motif kotak-kotak kayak papan catur. Dia langsung berbicara pada ayahnya, lalu dia bikin slip-on checkerboard dengan warna putih bahan canvas dan warna hitam bahan karet di susun menjadi kotak-kotak, lalu mereka mengeluarkan sepatu tersebut.

Pada waktu yang sama, orang Universal Studios Hollywood meminta pasokan sepatu buat bikin film, Vans akhirnya mengirim stock checkerboard slip-ons dalam jumlah besar. Orang-orang film Fast Times at Ridgemont High itu langsung jatuh cinta dan tergila-gila dengan sepatu itu sehingga mereka langsung menaruh sepatu itu di cover kaset/laser disc film itu dan juga mereka bikin scene di mana salah satu karakter film dipukul kepalanya pake sepatu tersebut.

Setelah film itu keluar, Vans langsung kebanjiran order. Mereka yang selama ini tidak pernah menjual sepatu ke luar California mendadak dapet order dari seluruh Amerika. Ini menjadi kelahiran salah satu sepatu paling laku di dunia bahkan sampe sekarang yaitu The Checkerboard Vans Slip-Ons.



Tidak ada komentar: